Marthin Terus Berjuang Mengatasi Trauma Pasca Cedera

Pelatih ganda putra, Antonius Budi Ariantho, menyatakan bahwa Daniel Marthin saat ini masih berada dalam proses pemulihan dari cedera yang dialaminya. Kendati semangatnya tinggi, Daniel harus berjuang mengatasi trauma yang muncul akibat cedera tersebut, terutama saat berlatih di lapangan.

Dalam pernyataannya, Antonius mengungkapkan bahwa Daniel terlihat masih berhati-hati dalam bergerak. Hal ini sangat wajar di kalangan atlet yang baru pulih dari cedera, sebab pemikiran akan cedera tersebut dapat menjadi penghalang psikologis saat beraksi.

“Daniel masih tahap recovery, tetapi masih agak sedikit ada sudut yang dia agak hati-hati, trauma [cedera] masih,” ujar Antonius menambahkan pentingnya kepercayaan diri dalam pemulihan.

Proses Pemulihan dan Tantangan untuk Daniel Marthin

Proses pemulihan cedera merupakan bagian yang tak terpisahkan bagi seorang atlet. Antonius menekankan bahwa penting bagi Daniel untuk tidak terburu-buru dalam menghadapi proses ini. “Jadi saya bilang sama dia, untuk menghilangkan trauma itu, ya pelan-pelan,” tuturnya.

Trauma pasca-cedera merupakan hal yang wajar, terutama bagi atlet yang pernah mengalami cedera serius. “Kalau sudah hilang trauma [cedera] itu, baru kita coba [main] di turnamen,” ia menambahkan, menggambarkan bahwa langkah bertahap adalah kunci untuk kembali berkompetisi secara optimal.

Keberanian dan ketekunan adalah dua hal penting yang harus dimiliki Daniel dalam menghadapi tantangan ini. Hal ini karena selain faktor fisik, aspek mental juga berperan penting dalam proses pemulihan dan persiapan untuk tampil kembali di kompetisi.

Memahami Trauma Cedera dalam Daya Saing Atlet

Trauma cedera sering kali membentuk pola pikir seorang atlet. Antonius percaya bahwa meski fisik dapat pulih, pikiran mengenai kemungkinan cedera kembali akan selalu ada. “Ya trauma itu, tapi sudah bisa [bergerak], sudah sembuh,” ungkapnya, menyoroti bahwa perubahan mental juga diperlukan.

Dalam banyak kasus, atlet akan lebih berhati-hati setelah mengalami cedera. Hal ini bisa memengaruhi performa mereka di lapangan. Antonius mengamati bahwa pikiran negatif dapat muncul saat atlet berusaha melakukan gerakan tertentu yang sebelumnya menyebabkan cedera.

Sebagai pelatih, Antonius berupaya membangun kembali rasa percaya diri Daniel. Ia menekankan pentingnya untuk mengatasi ketakutan yang muncul, agar pemain dapat kembali bersaing di level yang mereka inginkan. “Kan agak [ada pikiran], kalau [bergerak] ke sini bagaimana, kan [pikiran seperti itu] otomatis kan,” jelasnya.

Strategi Pengembalian Pasangan Ganda Putra

Antonius memiliki strategi untuk mengembalikan Daniel ke dalam tim, namun ia cukup berhati-hati dalam merencanakan langkah selanjutnya. Dia tidak ingin memberikan terlalu banyak tekanan pada Daniel sebelum dia sepenuhnya siap. “Karena itu, saya tidak mau langsung memberikan beban dengan berpikir terlalu jauh,” kata Antonius.

Pelatih menggambarkan bahwa setelah trauma Daniel hilang, baru ada keputusan mengenai pasangan bertanding yang sesuai untuknya. “Kalau traumanya sudah hilang, sudah bisa main, nanti tinggal pasangannya siapa,” ujarnya, memberikan ruang bagi Daniel untuk beradaptasi.

Perubahan dalam pasangan ganda juga menjadi suatu hal yang harus diperhitungkan. Ketika Daniel absen karena cedera, pasangan yang sebelumnya bersamanya, Muhammad Shohibul Fikri, telah dijadikan pasangan untuk Fajar Alfian. Duet baru ini kini menjadi ganda putra nomor satu Indonesia.

Daniel Marthin mengalami cedera lutut kiri di Sudirman Cup 2025 pada bulan Mei tahun ini, yang memaksanya untuk beristirahat cukup lama. Cedera ini bukan saja memengaruhi fisiknya tetapi juga perjalanan kariernya di tingkat nasional. Pemulihan yang baik adalah harapan semua pihak.

Sebagian besar atlet menganggap cedera dan pemulihan sebagai bagian dari karier mereka. Di saat yang sama, mereka juga menyadari bahwa pemulihan yang efektif sangat vital untuk mengembalikan performa terbaik. Dukungan dari pelatih dan rekan-rekan sangat mendukung proses ini.

Dengan adanya komitmen dan strategi yang tepat, diharapkan Daniel dapat kembali berkompetisi dengan semangat baru. Proses ini tidak hanya fokus pada fisik, tetapi juga mencakup aspek mental sehingga saat kembali, ia dapat bersaing di level tertinggi.

Related posts